Jalanmu kadang lurus
Kadang berliku, kadang tak mulus
Banyak persimpangan kau lalui
Entah kanan atau kiri, intinya harus memilih
Jangan berhenti atau putar balik
Itu kan pelajaran yang kau ambil?
-dipta
bukanlah seorang penuh luka yang tak selalu terluka. bukanlah amatir yang pandai menyerap tafsir yang tak pernah memaknai pelesir.
Jumat, 31 Agustus 2012
Tempat Untuk Bernafas
Bukannya menyerah pasrah
Hanya lelah untuk memberontak
Aku kan cuma istirahat sebentar
Sekedar menarik nafas panjang saja
Ya... bukanya apa-apa
Lelah adalah kata yang tepat
Tiap detik terus memeras otak
Sedangkan yang masuk hanya nasi dengan garam
Oh.. biarkan aku menghela nafas panjang
Barang satu atau dua helaan
Setelah itu kita kembali berjalan
Atau berlari kalau bisa
-dipta
Hanya lelah untuk memberontak
Aku kan cuma istirahat sebentar
Sekedar menarik nafas panjang saja
Ya... bukanya apa-apa
Lelah adalah kata yang tepat
Tiap detik terus memeras otak
Sedangkan yang masuk hanya nasi dengan garam
Oh.. biarkan aku menghela nafas panjang
Barang satu atau dua helaan
Setelah itu kita kembali berjalan
Atau berlari kalau bisa
-dipta
Senin, 27 Agustus 2012
Jumat, 24 Agustus 2012
Puisi Dua Bait
SYUKUR SI RUMPUT TEKI
Aku bukanlah mawar berduri
Yang merebak harumnya atau elok rupanya
Aku juga bukan bunga melati
Yang baunya harum warnanya suci
Tapi aku beruntung hanya jadi rumput teki
Setidaknya aku tak harus bertahan letih-letih
Seperti temanku si pohon beringin
Yang kini hidupnya hanya sedikit di bumi
-dipta
Aku bukanlah mawar berduri
Yang merebak harumnya atau elok rupanya
Aku juga bukan bunga melati
Yang baunya harum warnanya suci
Tapi aku beruntung hanya jadi rumput teki
Setidaknya aku tak harus bertahan letih-letih
Seperti temanku si pohon beringin
Yang kini hidupnya hanya sedikit di bumi
-dipta
Pemecah Kepercayaan
Bagimu apa kepercayaan itu?
Tampaknya hanya angin campur debu
Berlalu saja tiap berhembus
Tak berarti sejuk bagimu
Aku kasihan pada lelaki yang menjadi milikmu
Dulu dia bersamaku tapi kau rayu
Telah ia percayakan semuanya padamu penipu ulung
Tapi kau perlakukan dia bak logam yang dilebur
Bila kau campak kan lelaki itu
Kenapa harus kau renggut dariku?
Kau lapuk kan kayu penopang kami
Lalu kau tebas cinta kami
Jiwamu sedikit kelabu
Bukan sedikit lagi
Kau hanya akan tenggelam dalam abu
Jka terus berkawan dengan api
-dipta
Tampaknya hanya angin campur debu
Berlalu saja tiap berhembus
Tak berarti sejuk bagimu
Aku kasihan pada lelaki yang menjadi milikmu
Dulu dia bersamaku tapi kau rayu
Telah ia percayakan semuanya padamu penipu ulung
Tapi kau perlakukan dia bak logam yang dilebur
Bila kau campak kan lelaki itu
Kenapa harus kau renggut dariku?
Kau lapuk kan kayu penopang kami
Lalu kau tebas cinta kami
Jiwamu sedikit kelabu
Bukan sedikit lagi
Kau hanya akan tenggelam dalam abu
Jka terus berkawan dengan api
-dipta
Kamis, 23 Agustus 2012
Quotes Hari Ini
1. Seneng atau susah, namanya juga hidup. Nggak ada yang flat lagi, hadapi aja. Kalo ngeluh terus, setahu aku makin susah.
2. Yang namanya sayang, kalo dia ngilang ya cariin. Tahu tentang apa aja yang terjadi sama dia. Yang terpenting Kamu ada disisi dia saat dia butuh. Meskipun sering makan hati sih. Tapi yang namanya sayang kan meskipun bukan karena.
3. Inget, kamu harus sayang sama dirimu. Bahagiain dirimu sendiri, time to move on :)
4. Jangan OMDO! Sama aja PHP!
5. Tiap masalah ada jalan keluarnya, terus usaha dan berdoa. Sukses ya :)
-dipta
Langganan:
Postingan (Atom)