Laman

Minggu, 12 Agustus 2012

Enjoy Surabaya

Ibukota Jawa Timur, Surabaya memang dikenal panas, gersang dan banyak sampah. Eits jangan salah, itu adalah spekulasi dulu. Surabaya yang sekarang sudah hijau, rindang dan teduh. Bagaimana tidak, badan jalan telah banyak ditanami pohon, bahkan pembatas jalan pun ditanami pohon agar nampak hijau. Uniknya lagi nih, sekarang surabaya sudah diperbanyak dengan taman kota. Contoh aja nih, ada taman pelangi, skate-park, taman prestasi, taman bungkul, hutan mangrove, dan masih banyak lagi.

Nampaknya walikota kita yang sekarang sukses mengubah beberapa spekulasi miring tentang Surabaya. Selain udara bertambah sejuk, saat sore terutama pagi hari, taman - taman tersebut menjadi tempat wisata tersendiri bagi warga Kota Surabaya. Maklum lah, udaranya segar dan sejuk cocok untuk wisata keluarga atau sekedar singgah dari kemacetan.

Letaknya pun strategis, terletak di berbagai lokasi tidak hanya dipusat kota agar mampu dijangkau warga surabaya diberbagai tempat. mungkin untuk selengkapnya bisa search di Goggle untuk pencarian lokasi taman disurabaya.

So visit and enjoy Surabaya :)


Sabtu, 11 Agustus 2012

Duh Lagi Lupa

Lupa
Tiap kutanya kemana hasil tanggung jawabmu
Ribuan dolar ribuan hutang
Masuk ke kantung jas safari berkerah

Lupa lagi-lagi lupa
Tiap diberi dolar namun tak tahu rimbanya
Tiap diberi semen dan pasir tuk bangun pilar pilar
Tiap diberi beras namun kau makan sendiri dengan piring emas

Memang lupa itu sebuah titik terang
Tiap diduduk kan dan dipojok kan
Kau bilang sakit lupa
Lalu kau belit belit seolah nyawamnu sudah digenggam

Maka bila kau tanya tentang negaramu
Tentang sistem mu
Tentang penguasamu
Maka cakap mu kan kutiru

Pura lupa alpa

-dipta


Sabtu, 21 Juli 2012

Love Art


LOL


The Color Of Woman

The color of woman -Dipta

Pulang

Lampuku hampir redup
Sebentar lagi kegelapan kan menyelimutiku
Dengan jalanan kosong sepi
Sementara angin dingin menari

Dua kaki ini letih
Terus berdiri, berdiri dan menanti
Tak kalah oleh angin
Tak goyah oleh sepi

Dedaunan tak tumbuh menghijau
Hanya kulit pohon yang hampir mati
Ranting-rantingnya nampak jemari menakutiku
Lampu ini sebagai kawan seperjalananku

Mungkin sudah tiba waktu
Dimana harus kutinggalkan lampu, beserta ranting dan jalanan kosong bagiku
Derap langkah tak kunjung ku dengar
jauh... jauh.. masih jauh

Tak kan ada yang datang
Jadi biarkan aku pulang
Jangan lagi beri harapan
Jika semua hanya tanah lapang

Dipta





Jumat, 20 Juli 2012

Kebahagiaan Hanya Itu

Kuingat hari dimana kau bertamu
Bercerita tentang istri dan anakmu
Bercerita tentang pekerjaan dan jabatanmu
Bercerita tentang rumah dan mobilmu

Kau hisap rokokmu dalam-dalam
Hingga ujungnya merah menyala
Lalu kau minum kopi panas dimeja
Memberimu jeda untuk apa-apa yang kau ceritakan

Kau bilang istrimu membeli banyak barang
Anakmu juga mewarisi sifatnya
Kau bilang anak istrimu elok rupanya
Dengan kain berupiah yang menutupinya

Kau bilang kau makmur sentosa
Mau apa tinggal tunjuk apa kadabra cling
Tapi kukira semuanya dusta

Kau terlalu banyak berkoar
Hingga kau lupakan satu dimana tak dapat dusta
Mimik mu tak nampak bahagia makmur sentosa
Apakah ada yang tak engkau dapatkan?

Kuingat rupamu saat ku lontarkan beberapa pertanyaan
Kau bingung, gelisah, entah apa
Saat ini pun aku masih bertanya-tanya

"Bagaimana keadaan ibumu?"
"Sudahkah kau melaksanakan kewajibanmu?"
"Sebagai hamba, sebagai ummat"
"Sudahkah kau bersyukur hei sesan"
"Sesan, sebenarnya kebahagiaan hanya itu"

DIPTA