Gue bersyukur banget bisa menuang apapun yang dikepala jadi deretan kata. Kalo galau nggak bingung mesti nyembuhin ati dimana. Nggak repot nenangin pikiran yang beranting sampai keujung dunia.
Ada api yang bikin gue berasap malam gerimis ini sih. Jadi kali ini Trans Tv lagi muterin Spiderman 3. Biasanya gue nggak pernah ketinggalan, tapi kali ini ngelirik filmnya aja kagak. Bagi gue film itu bukan prioritas dibandingkan bisa online lagi selama semingguan off karna laptop ngadat.
Waktu itu pukul 9, gerimis udah nggak malu-malu lagi. Dia makin ngeboyong temen-temennya bikin malam jadi tambah merinding. Saat itu tanggal 2 juli, sekaligus hari lahir gue. Twitter gue lagi penuh ngebalesin mention-mention follovers yang care ngasih happy sweet17th ke gue. Pas udah agak kendoran, iseng-iseng deh bukain twitter orang. Stalking sama kepo sedekat jantung sama detaknya. Seakrab cinta sama rasa rindunya. Inget itu.
Nah, disitu gue pantengin avanya. Cewek cantik udah mengalihkan lingkaran tangan doi yang dulu sempet diisi berjibun cewek lain (atau mantan gebetan dia). Gue udah ngira ini cewek pasti pacarnya. Tapi gue tetep bandel nggak dengerin hati yang udah garuk-garuk tembok nahan luka yang diciptakan kenangan lama, kenangan lama yang tertanam cukup dalam.
Penyesalan emang kaya masakan yang udah hangus. Akhirnya gue terhenti di salah satu tweet simple tapi cukup hebat bikin jahitan yang belum kering terobek lagi. Dan disinilah gue dapat banyak misbah dari hati yang compang-camping tapi tetep gue paksain untuk dateng ke sebuah resepsi terisi sama kaum elite.
1. Jangan kepo kalo masih sayang
2. Hindari kepo untuk mencegah kekecewaan
3. Haram mengabaikan lampu kuning, kalo engga lu bakal stuck lebih lama dijalan karna ketilang sama kesalahan lo sendiri
4. Waktu bukanlah ibu, sembuhkan lukamu sendiri -donnjuan, ada benernya. sampe kapan lu mau nunggu waktu. belum tentu dia berpihak ke elo kan?
5. Gue ngerti "mantan terlihat lebih menarik -donnjuan". Tapi ibarat piring beling yang udah jadi kepingan terus setengah mati lo satuin semuanya lagi. Kaya udah sabar-sabar menanam tapi yang lo dapet cuman setangkai duri mawar tanpa kembangnya.
Secangkir kopi tanpa gula malam ini cukup ya. Getirnya udah terasa diisapan pertama. Besok-besok kalo gue mau bikin kopi, gue gak akan lupa nambahin gulanya.
-yang lagi sibuk edan ngalur ngedul, Dipta.
ps: aku namain black rose, karna red rose udah pensiun.
bukanlah seorang penuh luka yang tak selalu terluka. bukanlah amatir yang pandai menyerap tafsir yang tak pernah memaknai pelesir.
Selasa, 02 Juli 2013
Senin, 24 Juni 2013
Cinta Itu Simpel
Tiap cinta megedip
Disitulah senja melabuh
Saat cinta tersenyum
Dipekat malam bulan memayung
-dipta
Disitulah senja melabuh
Saat cinta tersenyum
Dipekat malam bulan memayung
-dipta
Sajak Langka
Seribu tahun ku tak bersajak
Bukan berarti laut telah mengering
Namun hujan terus jatuh dipelupuk mata
Membuat tangan yang tadinya ingin menulis
Malah mengusap lembut kedua pelipis
-Dipta
Bukan berarti laut telah mengering
Namun hujan terus jatuh dipelupuk mata
Membuat tangan yang tadinya ingin menulis
Malah mengusap lembut kedua pelipis
-Dipta
Sabtu, 13 April 2013
AKU INGIN KEMBALI PULANG
Aku punya cerita pengantar tidur
Kisahnya layak sebilah pedang panjang.
Yang jika menusuk dapat tertembus.
Rasanya sakit, tapi tak sesakit rasa rindu.
Teramat rindu tapi tak se-arogan perpisahan.
Berawal dari tali persaudaraan,
Bermuara pada kebencian yang dipaksakan.
Berujung ditajam tombak
Berakhir dengan darah dipelupuk mata
Klimaks oleh ketidaksepemahaman
Dan dua tokoh diantaranya amat tersiksa
Mereka dipaksa untuk membenci
Sedangkan kedua hati miliknya lebih merindu
Skenario yang dikenal seantero
Naskah kejam milik si pembuat jahat
Memisahkan dua gadis kecil yang dulu bermain boneka diberanda
Yang tiap malam tidur seguling sebantal
Tiap makan sepiring berdua
Ada tangis, kesal, dan tawa
Yang kesemuanya dipikul bersama
Cuma berujung ditajam tombak
Saling menikam
satu didada
satu dikepala
Dan ini adalah pengantar tidur terbaik sejagat
Karna aku tak bisa terjaga dibuatnya
Karna kehidupan
Tidak mengizinkan indahnya mimpi menghibur lara
Meski hanya bermimpi untuk kembali bersama
-dipta
ps. Untuk saudara perempuan ku nan jauh, meski kita sedang berpelukan. Aku tahu darah milik kita, takkan pernah berkesinambungan. Darah kita sudah terurai. Salah satunya jadi cerita. Hanya sebuah cerita. Bukan Cinta.
Kisahnya layak sebilah pedang panjang.
Yang jika menusuk dapat tertembus.
Rasanya sakit, tapi tak sesakit rasa rindu.
Teramat rindu tapi tak se-arogan perpisahan.
Berawal dari tali persaudaraan,
Bermuara pada kebencian yang dipaksakan.
Berujung ditajam tombak
Berakhir dengan darah dipelupuk mata
Klimaks oleh ketidaksepemahaman
Dan dua tokoh diantaranya amat tersiksa
Mereka dipaksa untuk membenci
Sedangkan kedua hati miliknya lebih merindu
Skenario yang dikenal seantero
Naskah kejam milik si pembuat jahat
Memisahkan dua gadis kecil yang dulu bermain boneka diberanda
Yang tiap malam tidur seguling sebantal
Tiap makan sepiring berdua
Ada tangis, kesal, dan tawa
Yang kesemuanya dipikul bersama
Cuma berujung ditajam tombak
Saling menikam
satu didada
satu dikepala
Dan ini adalah pengantar tidur terbaik sejagat
Karna aku tak bisa terjaga dibuatnya
Karna kehidupan
Tidak mengizinkan indahnya mimpi menghibur lara
Meski hanya bermimpi untuk kembali bersama
-dipta
ps. Untuk saudara perempuan ku nan jauh, meski kita sedang berpelukan. Aku tahu darah milik kita, takkan pernah berkesinambungan. Darah kita sudah terurai. Salah satunya jadi cerita. Hanya sebuah cerita. Bukan Cinta.
Sabtu, 06 April 2013
Sejatinya Manusia
Layaknya mawar dengan duri
Selamanya senyum mu warnai hari
Seolah air memeluk mesra sang api
Tawamu kekal disamping Sang Abadi
Apalah arti seolah
bagaikan, layaknya, umpama, menyerupai, seperti, seolah, seolah, seolah!
Tapi topeng itu punya isyarat lain
Entah isyarat entah dusta, entah membohongi, entah menutupi, entah mana lagi
Bukan aku mengajari berpura-pura mengalir saja otak timun ini
Bukan juga menasehati, aku tidak munafik
Aku tidak pintar
Aku bukanlah singa yang tinggi hati dengan surainya
Tapi jangan hingga!
Wajah dua milikmu mencambukmu
kepura-puraan itu tak boleh menyayati, menyakiti, menyiksa!
Jangan biarkan dia merengkuhmu dalam-dalam, dan, tenggelam
Aku bukan sok tahu
Memang apa yang kutahu?
Hanya saja kau belum berhasil menipuku seperti yang lain
Senyummu, tawamu,candamu, tak bisa kelabuhiku
Kau bisa
Tutupi semuanya
Tapi kau juga bisa
berperilaku seperti manusia
Menangis
Mengaduh
Atau berhenti tersenyum untuk beberapa menit
Bila hatimu pula tak cukup mampu, untuk kau dustai
-dipta
Selamanya senyum mu warnai hari
Seolah air memeluk mesra sang api
Tawamu kekal disamping Sang Abadi
Apalah arti seolah
bagaikan, layaknya, umpama, menyerupai, seperti, seolah, seolah, seolah!
Tapi topeng itu punya isyarat lain
Entah isyarat entah dusta, entah membohongi, entah menutupi, entah mana lagi
Bukan aku mengajari berpura-pura mengalir saja otak timun ini
Bukan juga menasehati, aku tidak munafik
Aku tidak pintar
Aku bukanlah singa yang tinggi hati dengan surainya
Tapi jangan hingga!
Wajah dua milikmu mencambukmu
kepura-puraan itu tak boleh menyayati, menyakiti, menyiksa!
Jangan biarkan dia merengkuhmu dalam-dalam, dan, tenggelam
Aku bukan sok tahu
Memang apa yang kutahu?
Hanya saja kau belum berhasil menipuku seperti yang lain
Senyummu, tawamu,candamu, tak bisa kelabuhiku
Kau bisa
Tutupi semuanya
Tapi kau juga bisa
berperilaku seperti manusia
Menangis
Mengaduh
Atau berhenti tersenyum untuk beberapa menit
Bila hatimu pula tak cukup mampu, untuk kau dustai
-dipta
Minggu, 31 Maret 2013
Sejumput Kisah
Dan lagi
Kesakitan menatapku kukuh
Menjelaskan padaku perih berpuluh-puluh
Terpa sinar dihadapanku ia belakangi
Dan lagi
Kau genggam lukaku kau bawa berlari
Kemudian mengajarkannya arti tawa yang menenggelamkan pedih
Memberinya kecupan, pelukan, mencari darah untuk disudahi
Dan lagi
Kesakitan memelukku
Mata gelapnya meyakinkanku
Bahwa cinta tanpa luka adalah nihil, mustahil
Dan terus saja begitu
Tak sirna pedih perih
Sampai usia tak dapat lagi ditambah dikali
Sampai mati
-dipta *menatap plafon* *mendengus*
Kesakitan menatapku kukuh
Menjelaskan padaku perih berpuluh-puluh
Terpa sinar dihadapanku ia belakangi
Dan lagi
Kau genggam lukaku kau bawa berlari
Kemudian mengajarkannya arti tawa yang menenggelamkan pedih
Memberinya kecupan, pelukan, mencari darah untuk disudahi
Dan lagi
Kesakitan memelukku
Mata gelapnya meyakinkanku
Bahwa cinta tanpa luka adalah nihil, mustahil
Dan terus saja begitu
Tak sirna pedih perih
Sampai usia tak dapat lagi ditambah dikali
Sampai mati
-dipta *menatap plafon* *mendengus*
Senin, 25 Maret 2013
Piece! (Iklan dan Salah Kaprahnya)
Pada tau iklannya "more than just water" kan? Yup ada Raditya Dika. Siapa sih yang nggak kenal penulis kondang super kocak ini. Pas liat iklan dia asli ngempet ketawa. Bukan karna akting dia (bukan karna cari aman juga). Serius mau minum aja ribet banget.
minum ini, kebelet pup.
minum itu, kebelet pup dan sakit perut.
minum anu, kebelet pup sakit perut plus perut murus,
Sontak dong gue mbatin "alah dit, mati aja lu masuk westafel" sambil ketawa-ketawa penuh dusta. setelah itu muncul adegannya farah queen, gue mbatin lagi "wuih boleh juga" masih cengangas cengenges. Nggak lama kemudian muncul Agnes Monica (the awkward moment when, seperti itu...). Gue diem aja sambil inget-inget semua batinan jahat gue. Dengan rasa bersalah yang memuncak gue mbatin lagi "ampun boosss ampuuun".
Ampun beneran mas... jangan diciduk... ampun... *sungkem* *salim*
-dipta
minum ini, kebelet pup.
minum itu, kebelet pup dan sakit perut.
minum anu, kebelet pup sakit perut plus perut murus,
Sontak dong gue mbatin "alah dit, mati aja lu masuk westafel" sambil ketawa-ketawa penuh dusta. setelah itu muncul adegannya farah queen, gue mbatin lagi "wuih boleh juga" masih cengangas cengenges. Nggak lama kemudian muncul Agnes Monica (the awkward moment when, seperti itu...). Gue diem aja sambil inget-inget semua batinan jahat gue. Dengan rasa bersalah yang memuncak gue mbatin lagi "ampun boosss ampuuun".
Ampun beneran mas... jangan diciduk... ampun... *sungkem* *salim*
-dipta
Langganan:
Postingan (Atom)